Rabu, 21 Oktober 2026 Portal Informasi Bisnis, Ide Usaha & Panduan UMKM Indonesia
Panduan UMKM

Cara Menghitung Harga Jual Produk agar Usaha Tidak Rugi

Cara Menghitung Harga Jual Produk agar Usaha Tidak Rugi

Menentukan harga jual adalah salah satu keputusan terpenting dalam usaha. Harga terlalu murah membuat usaha merugi walaupun penjualan ramai. Harga terlalu mahal membuat pembeli berpindah ke pesaing. Karena itu, harga jual sebaiknya dihitung dengan rumus yang jelas, bukan sekadar menebak atau mengikuti harga orang lain.

Kenali Dulu Komponen Biaya Produk

Langkah pertama adalah mencatat semua biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu produk. Komponennya umumnya terdiri dari biaya bahan baku, biaya kemasan, biaya tenaga kerja, dan biaya operasional seperti listrik, gas, transportasi, serta sewa tempat. Banyak pelaku usaha hanya menghitung bahan baku lalu lupa memasukkan kemasan dan ongkos kirim, akibatnya keuntungan terlihat besar di atas kertas tetapi uangnya tidak pernah terkumpul.

Buat daftar biaya sedetail mungkin. Untuk usaha makanan misalnya, catat harga bahan per resep, jumlah porsi yang dihasilkan, harga kemasan per porsi, sampai gas dan listrik yang terpakai. Semakin lengkap daftarnya, semakin akurat harga jual yang akan dihitung.

Hitung Harga Pokok Produksi (HPP)

Setelah semua biaya terkumpul, hitung Harga Pokok Produksi atau HPP per unit. Rumusnya sederhana: total seluruh biaya produksi dibagi jumlah produk yang dihasilkan. Misalnya total biaya untuk satu kali produksi adalah Rp500.000 dan menghasilkan 50 bungkus produk, maka HPP per bungkus adalah Rp10.000.

HPP adalah batas bawah harga jual. Jika Anda menjual di bawah HPP, setiap penjualan justru menambah kerugian. Karena itu HPP wajib diketahui sebelum menentukan harga berapa pun.

Perlu diingat, HPP tidak bersifat tetap. Harga bahan baku bisa naik turun mengikuti musim dan kondisi pasar, sementara biaya seperti sewa dan upah juga dapat berubah. Agar perhitungan selalu akurat, biasakan meninjau HPP secara berkala, misalnya setiap tiga bulan atau setiap kali ada kenaikan harga bahan yang cukup besar, lalu sesuaikan harga jual bila diperlukan.

Tentukan Margin Keuntungan

Margin adalah persentase keuntungan yang ingin Anda ambil dari HPP. Besaran margin berbeda-beda tergantung jenis usaha, umumnya berkisar 20 sampai 50 persen untuk produk makanan dan minuman, sedangkan produk kerajinan atau jasa bisa mengambil margin lebih besar karena nilai jualnya juga ditentukan oleh keterampilan.

Rumus harga jual yang paling mudah adalah HPP ditambah margin. Jika HPP satu bungkus produk adalah Rp10.000 dan Anda mengambil margin 40 persen, maka harga jualnya adalah Rp10.000 ditambah Rp4.000, yaitu Rp14.000. Pembulatan ke angka yang mudah untuk kembalian, misalnya Rp14.500 atau Rp15.000, boleh dilakukan selama tetap di atas HPP.

Perhitungkan Biaya Penjualan dan Potongan Platform

Jika Anda berjualan melalui marketplace atau aplikasi pesan antar, ada potongan biaya layanan dan komisi dari setiap transaksi. Potongan ini harus dimasukkan ke dalam perhitungan, karena nominalnya bisa mengurangi margin secara signifikan. Sebagian penjual menaikkan sedikit harga khusus untuk kanal online agar keuntungan bersihnya sama dengan penjualan langsung.

Hal yang sama berlaku untuk biaya promosi, seperti diskon dan gratis ongkir. Diskon yang diberikan tanpa perhitungan sering menjadi penyebab usaha ramai tetapi tidak menghasilkan uang.

Bandingkan dengan Harga Pesaing

Setelah harga hitungan Anda ketemu, bandingkan dengan harga produk sejenis di pasaran. Jika harga Anda jauh lebih tinggi, cari tahu alasannya: mungkin bahan baku Anda lebih mahal, atau porsi produk Anda lebih besar. Kelebihan produk perlu dikomunikasikan kepada pembeli agar harga yang lebih tinggi terasa wajar. Jika harga Anda jauh lebih rendah dari pesaing, jangan buru-buru senang, bisa jadi ada biaya yang belum Anda hitung.

Kesimpulan

Menghitung harga jual pada dasarnya terdiri dari tiga langkah: catat semua biaya, hitung HPP per unit, lalu tambahkan margin keuntungan yang wajar. Setelah itu, periksa kembali potongan platform dan bandingkan dengan harga pesaing. Lakukan perhitungan ulang secara berkala, terutama saat harga bahan baku naik, agar usaha Anda tetap untung dan tidak diam-diam merugi.

Ditulis oleh Maulida Amelia

Redaksi InfoBisnis menulis seputar ide usaha, UMKM, keuangan, dan teknologi bisnis.

1 Komentar

  1. Ide Jualan Makanan Kekinian yang Diprediksi Laris di 2027 – InfoBisnis · 21 Oktober 2026

    […] berapa lama modal awal kembali. Untuk panduan menentukan harga jual yang lebih rapi, baca juga cara menghitung harga jual produk agar margin usahamu tetap […]

    Reply

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *