Rabu, 21 Oktober 2026 Portal Informasi Bisnis, Ide Usaha & Panduan UMKM Indonesia
Teknologi Bisnis

Panduan Memulai Jualan di Marketplace untuk Pemula

Panduan Memulai Jualan di Marketplace untuk Pemula

Berjualan online lewat marketplace adalah cara paling mudah untuk memulai usaha tanpa harus menyewa toko fisik atau membuat website sendiri. Setiap hari ada jutaan calon pembeli yang membuka aplikasi marketplace, dan toko Anda bisa ikut ditemukan di sana. Masalahnya, banyak pemula bingung harus mulai dari mana. Panduan berikut menjelaskan langkah-langkahnya secara berurutan dan praktis.

Kenapa Marketplace Cocok untuk Pemula

Marketplace sudah menyediakan calon pembeli, sistem pembayaran yang aman, dan pilihan jasa pengiriman yang terintegrasi. Anda tidak perlu memikirkan cara membangun kepercayaan dari nol karena pembeli umumnya sudah percaya pada platformnya. Selain itu, biaya awalnya hampir nol. Anda cukup menyiapkan produk, ponsel, dan koneksi internet untuk mulai membuka toko.

Pilih Marketplace Sesuai Produk Anda

Di Indonesia ada beberapa marketplace besar seperti Tokopedia, Shopee, TikTok Shop, Lazada, dan Blibli. Masing-masing punya karakter pembeli yang berbeda. Produk fashion dan kebutuhan harian umumnya ramai di Shopee dan TikTok Shop, sedangkan produk elektronik dan hobi banyak dicari di Tokopedia. Untuk pemula, fokuslah pada satu marketplace dulu agar pengelolaan pesanan dan stok tidak kewalahan. Setelah berjalan stabil, barulah pertimbangkan membuka toko di platform lain.

Setelah penjualan di marketplace berjalan stabil, sebagian penjual mulai mempertimbangkan toko online sendiri agar tidak tergantung pada satu platform. Jika Anda berada di tahap ini, membuat website toko online sendiri bisa menjadi langkah lanjutan yang tepat.

Siapkan Akun dan Identitas Toko

Proses pendaftaran penjual umumnya membutuhkan nomor ponsel aktif, alamat email, dan data rekening untuk pencairan dana. Sebagian platform juga meminta verifikasi identitas dengan KTP. Pilih nama toko yang singkat, mudah dieja, dan berkaitan dengan produk yang dijual. Lengkapi profil toko dengan logo sederhana, alamat pengambilan barang yang jelas, dan jam operasional agar pembeli merasa yakin.

Foto dan Deskripsi Produk yang Menjual

Foto adalah hal pertama yang dilihat pembeli. Gunakan pencahayaan yang cukup, latar yang bersih, dan ambil gambar dari beberapa sudut. Tampilkan juga foto ukuran produk di samping benda pembanding bila perlu. Pada deskripsi, jelaskan manfaat produk, bahan, ukuran, varian, dan cara perawatannya secara jujur. Deskripsi yang lengkap mengurangi pertanyaan berulang dan menekan risiko pengembalian barang.

Tentukan Harga dan Ongkos Kirim dengan Cermat

Hitung harga pokok produk, biaya kemasan, dan biaya layanan platform sebelum menetapkan harga jual. Besaran biaya layanan berbeda-beda di tiap marketplace dan dapat berubah sewaktu-waktu, jadi periksa ketentuan terbaru di pusat edukasi penjual platform yang Anda pakai. Aktifkan beberapa jasa pengiriman agar pembeli punya pilihan, dan pertimbangkan program gratis ongkir bila margin masih memungkinkan.

Perhatikan juga momen promo besar seperti tanggal kembar atau hari belanja online nasional. Banyak penjual pemula ikut menurunkan harga tanpa menghitung ulang, padahal biaya layanan pada periode promo bisa berbeda dari hari biasa. Siapkan harga khusus jauh hari dengan margin yang sudah dihitung ulang, bukan sekadar ikut-ikutan potongan harga.

Kelola Pesanan dan Layani Pembeli dengan Baik

Kecepatan membalas chat dan ketepatan waktu pengiriman sangat memengaruhi penilaian toko. Kemas pesanan dengan rapi dan aman, lalu kirim sesuai jadwal yang dijanjikan. Setelah barang diterima, mintalah ulasan secara sopan. Tanggapi keluhan dengan tenang dan tawarkan solusi yang masuk akal. Pelayanan yang baik membuat pembeli kembali dan merekomendasikan toko Anda ke orang lain.

Kesimpulan

Memulai jualan di marketplace tidak membutuhkan modal besar, tetapi membutuhkan ketelatenan. Pilih satu platform, siapkan toko dengan rapi, tampilkan produk secara jujur, dan layani pembeli sebaik mungkin. Mulailah dengan sedikit produk, evaluasi hasilnya setiap minggu, lalu kembangkan perlahan berdasarkan data penjualan yang nyata.

Evaluasi juga angka sederhana setiap akhir pekan: berapa pengunjung yang melihat toko, berapa yang bertanya lewat chat, dan berapa yang akhirnya membeli. Data ini membantu Anda mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki, apakah foto produknya, harganya, atau kecepatan respons Anda.

Ditulis oleh Maulida Amelia

Redaksi InfoBisnis menulis seputar ide usaha, UMKM, keuangan, dan teknologi bisnis.

1 Komentar

  1. Ide Jualan Makanan Kekinian yang Diprediksi Laris di 2027 – InfoBisnis · 21 Oktober 2026

    […] produk terbukti laku dalam skala kecil, barulah perluas kanal penjualan. Panduan jualan di marketplace ini bisa membantumu membuka etalase di Shopee, Tokopedia, atau TikTok Shop dengan […]

    Reply

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *